RUANG SENAT, LAKTASI & SMOKING UIN SUKA
PENDAHULUAN
Proyek interior kompleks Senat Universitas di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini
mencakup beberapa zona fungsional yang saling terkait: Ruang Rapat Senat
sebagai ruang deliberasi utama, Ruang Kerja Senat untuk aktivitas
administratif, serta ruang pendukung berupa area laktasi dan smoking. Tantangan
utama terletak pada bagaimana menciptakan ruang yang mengkomunikasikan otoritas
institusional sekaligus menyediakan atmosfer yang kondusif bagi penggunanya.
KONSEP: FORMAL-HANGAT
Konsep
"formal-hangat" diterapkan untuk menyeimbangkan kesan resmi dan
berwibawa dengan suasana yang tetap nyaman. Strategi ini diwujudkan melalui
penggunaan material kayu solid yang menghadirkan kehangatan natural, komposisi
ruang yang terstruktur namun tidak kaku, serta palet warna netral dengan aksen
terkontrol. Identitas institusi pendidikan Islam direfleksikan melalui estetika
profesional dan bermartabat, dengan elemen simbolis seperti logo Garuda
Pancasila yang menandai karakter institusi negara.
ORGANISASI RUANG
Denah
menunjukkan organisasi yang terstruktur dengan pemisahan zona publik dan
semi-publik melalui sistem koridor efisien. Ruang Rapat Senat ditempatkan pada
posisi strategis dengan aksesibilitas langsung dari entrance, menandakan
hierarkinya sebagai ruang utama. Ruang Kerja Senat dirancang sebagai open space
dengan sistem workstation yang memaksimalkan dinding untuk storage. Area
pendukung seperti pantry, mushola, dan toilet diposisikan di zona servis, mudah
diakses namun tidak mengganggu aktivitas utama.
STRATEGI SPASIAL
Ruang Rapat Senat
Konfigurasi
meja tapal kuda (U-shape) memfasilitasi diskusi tatap muka dengan visibilitas
optimal. Hirarki visual dibangun melalui backdrop kayu solid dengan logo Garuda
Pancasila terpusat di atas layar proyektor, menciptakan sumbu simetris yang
memperkuat kesan formal. Panel kayu vertikal di kedua sisi berfungsi ganda
sebagai elemen estetis sekaligus peredam akustik.
Furnitur
menggunakan finishing two-tone yang memberikan kesan profesional namun tidak
monoton. Kursi eksekutif dengan sandaran tinggi dipilih untuk kenyamanan selama
rapat panjang sekaligus menambah kesan prestige.
Ruang Kerja Senat
Pencahayaan
dirancang dengan kombinasi general lighting dan task lighting pada area kerja,
memastikan distribusi cahaya merata untuk mengurangi kelelahan visual.
Ruang Laktasi
Pendekatan
desain lebih personal dengan palet warna cerah (pink, hijau lime, kuning,
orange) pada sofa modular yang menciptakan atmosfer cheerful dan relaxing.
Wallpaper dengan motif playful memberikan karakter ruang yang menenangkan, penting
untuk fungsi intim yang membutuhkan suasana supportive. Furniture modular
memungkinkan fleksibilitas—dapat diatur untuk satu atau beberapa pengguna
sekaligus.
Ruang Smoking
Dirancang
dengan pendekatan maskulin dan netral menggunakan palet earth tone. Sofa dengan
frame kayu disusun menghadap jendela dan TV, memberikan opsi aktivitas selama
penggunaan. Perhatian khusus pada sistem ventilasi melalui jendela besar dengan
kisi-kisi dan exhaust fan untuk sirkulasi udara optimal.
MATERIAL & FINISHING
Material
dipilih berdasarkan durabilitas dan kemampuan mengkomunikasikan karakter. Kayu
solid dengan finishing natural menjadi material dominan, memberikan kehangatan
visual dan kontinuitas yang mengikat seluruh ruang. Untuk permukaan yang
membutuhkan ketahanan tinggi, HPL dengan tekstur wood grain
diaplikasikan—meniru tampilan kayu dengan maintenance praktis.
ELEMEN DESAIN
Built-in
furniture menjadi strategi utama menciptakan konsistensi visual. Seluruh
kabinet, rak, dan meja dirancang sebagai satu kesatuan sistem dengan detail
seragam. Panel dinding dengan profiling frame and panel memberikan dimensi dan
karakter, menciptakan kesan formal namun tidak kaku.
Display
cabinet berkaca berfungsi sebagai showcase dengan pencahayaan internal yang
menciptakan highlight menarik. Elemen identitas seperti logo Garuda
terintegrasi secara subtle namun bermakna, mengingatkan fungsi ruang sebagai
tempat pengambilan keputusan institusional.
PENUTUP
Desain ini
menunjukkan bagaimana nilai institusional dapat diterjemahkan ke dalam bahasa
spasial yang koheren. Keseimbangan antara formalitas dan kenyamanan dicapai
melalui material yang warm namun durable, tata ruang yang structured namun
tidak rigid, serta detailing yang refined namun tidak pretentious. Setiap ruang
dirancang dengan pemahaman mendalam terhadap karakteristik penggunanya,
menghasilkan interior yang tidak hanya fungsional tetapi juga memberikan
dignitas dan kenyamanan—pencapaian penting dalam desain ruang institusional.









Komentar
Posting Komentar